Rabu, 09 November 2022

WASPADA TBC

       Di Indonesia umumnya penyakit TBC (tuberkolosis) mencapai lebih dari 150 ribu kasus pertahun. Yang mana penderita TBC tidak hanya orang tua saja akan tetapi dewasa, remaja bahkan anak-anak. Penyakit TBC sendiri merupakan penyakit bakteri menular (Mycobacterium tuberculosis) berpotensi serius di bagian dalam tubuh yaitu paru-paru. Selain paru-paru TBC juga dapat menyerang anggota tubuh yang lain, sepeti ginjal, tulang belakang, dan otak.

             Sudah banyak kasus TBC  di Indonesia yang menyebabkan kematian. Bahkan Indonesia termasuk urutan tertinggi di dunia tepatnya di angka ke 3 dalam kasus TBC tersebut. Dalam hal ini di butuhkan tingkat kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar kita karena bakteri penyebab TB menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Apabila sudah ada anggota keluarga yang terkena TB maka diperlukan perhatian ekstra supaya anggota keluarga yang lain tidak tertular. Untuk peralatan makan seperti piring gelas ataupun sendok upayakan tidak bercampur dengan penderita TB guna mencegah timbulnya penularan dan tetap memakai masker walaupun berada dalam ruangan.

             Setiap orang yang terinfeksi TB memiliki gejala yang berbeda-beda. Bahkan ada juga sebagian orang yang tidak memiliki gejala sama sekali. Awal mula penderita ada yang mengalami batuk terus-menerus berlangsung hingga 2-3 minggu. Batuk tersebut disertai nyeri dada dan bisa juga sampai mengeluarkan bercak darah. Si penderita merasa menggigil dan berkeringat di malam hari dan kadang merasa demam yang sangat tinggi. Akan sangat mudah kelelahan bahkan untuk berdiri saja tidak bisa lebih dari 7 menit. Napas  pendek serta penurunan berat badan yang sangat drastis sekali karena hilangnya nafsu makan. Jika ada diantara kalian yang memiliki gejala tersebut segera lakukan pemeriksaan ke Puskesmas terdekat. Pihak rumah sakit akan melakukan tes dahak dan juga rontgen untuk melihat hasilnya dan jika di nyatakan positif TBC maka harus melakuan pengobatan.

 
            Beruntungnya TBC ini masih bisa di sembuhkan dengan pengobatan jangka panjang yang melibatkan beberapa antobiotik. Selama proses penyembuhan  yang akan berlangsung selama 6-9 bulan di upayakan untuk tetap mengkonsumsi obat tanpa adanya jeda ( rutin setiap hari di jam yang sama). Karena jika penderita TB tidak mengkonsumsi obat 1 hari saja maka pengobatan akan dianggap gagal dan harus dimulai dari awal lagi. Selama proses penyembuhan ada rasa jenuh dan juga frustasi. Diperlukan dukungan keluarga agar proses penyembuhan dapat berjalan lancar dan pasien bisa sembuh kembali. Jangan sampai pasien merasa ditolak dan diasingkan oleh keluarga namun teruslah berikan dorongan dan semangat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berat Badan 32 Kg, Semua Karena Tuberculosis (TBC)

                   Indonesia di kategorikan sebagai Negara teratas no 3 perihal kasus TBC (tuberkulosis) di dunia. Bisa di bayangkan saja ba...